Dear kamu yang disana..
Pertemuan awal kita di danau dora 12-02-2011 ternyata membuka lembaran cerita antara aku dan kamu. Kita duduk-duduk di tepi danau dora dan cerita tentang apa yang aku suka, setelah itu kita makan ice cream bareng di saat hujan rintik-rintik mengguyur cimanggis. Nice meeting boy :)
Pertemuan awal kita di danau dora 12-02-2011 ternyata membuka lembaran cerita antara aku dan kamu. Kita duduk-duduk di tepi danau dora dan cerita tentang apa yang aku suka, setelah itu kita makan ice cream bareng di saat hujan rintik-rintik mengguyur cimanggis. Nice meeting boy :)
Selanjutnya kamu nemenin aku untuk pertemuan terakhir kita, dan tanpa kita sadari, kita sama-sama tertarik dan berusaha meyakinkan diri masing-masing untuk bertahan sampai kita bisa bertemu lagi. 28-07-2011 kita ketemu lagi setelah menahan perasaan selama 4 bulan, jalan bareng ke kampung 99 pohon terus ke gramedia. Aku menikmati jalan sama kamu, walaupun hatiku berharap harap cemas. 31-07-2011 sepulang dari rumah sahabat ku, kamu utarakan yang kamu rasakan, aku tau mukaku pasti sama merahnya seperti kepiting rebus. Aku bahagia dan aku pastikan bahwa sore menjelang magrib di jalan cibulan, kita bukan lagi teman tapi mesra. Sampai tanggal 07-08-2011 kamu selalu temani hari-hariku, hingga kamu kembali lagi ke tiga kalinya di bulan yang sama untukku. Tanggal 28-08-2011 kita menghabiskan waktu bersama dengan semua teman-temanku yang juga menjadi teman-temanmu, bisa di bilang hari itu pertemuan terakhir kita yang kau tutup dengan rindu yang begitu dalam. Kita lewati bulan September, Oktober, November, Desember dengan tanpa bertatap wajah. Sungguh aku sangat merindukan kehadiran mu, seseorang yang hampir seluruh hari itu temani aku dengan kesabaran dan pengertian yang kamu miliki menghadapi gadis manja yang juga childish sepertiku. Aku merasa bahagia dan beruntung bisa mengenal mu, seseorang yang aku sayang dengan setulus dan sepenuh hatiku. 19-01-2012 kita bertemu di kota tegal, pertama kalinya aku melihatmu setelah lama tak berjumpa. Senyum dan sapaan hangat yang selalu ku rindukan darimu, hanya itu :)
31-01-2012 six months anniversary. Kita merayakan dengan penampilan paling istimewa yang diinginkan masing-masing pasangan. Aku bahagia terlihat ‘lebih’ anggun di matamu hari itu, aku genggam tanganmu karena aku tak ingin kau lepas atau melepas aku suatu hari nanti. Jariku telah nyaman bersanding dengan jari jarimu, dengan tanganmu yang selalu dingin. Di situ pengasinan, exactly di sepeda air berbentuk ikan, kita make a wish dan juga tiup lilin batang berjumlah 6 menandakan umur kita selama bersama-sama. Seusai itu semua, kita melanjutkan destination terakhir kita hari itu, karaokean. Kamu nyanyikan lagu yang aku minta, thanks my captain. Kamu udah kasih aku hari terindah bersama mu. Aku akan selalu mengingatnya, akan ku catat semua manis bersamamu. Tanggal 05-02-2012, kita akhirnya berpisah lagi tapi aku benar-benar berterima kasih padamu karena kau berikan perasaan yang tak bisa di berikan oleh orang lain untukku.
Tanggal 09-02-2012 kamu mengakhiri segalanya, mengakhiri kisah antara kamu dan aku. Kamu tak memberikan aku pilihan untuk menolaknya dengan alasan kamu tak ingin terus membuatku kecewa dan tak tega membiarkan air mata ini terus menetes karenamu. Tapi taukah kamu? Jika kau benar-benar menyayangi seseorang, kau tak akan sampai hati membiarkan air mata berlinang di pipinya. Air mata mungkin adalah bentuk ketulusan hati seseorang, namun air mata juga bentuk luka, luka yang tak bisa tergambarkan secara nyata. Alasan aku cuma nyebutin kenangan manis antara aku dan kamu, karena aku gak mau nginget yang pait-pait. Aku cuma mau jadiin pait itu sebagai pelajaran bagi kita, untuk jadi pibadi yang lebih baik.
Makasih keboo ku, kamu udah ngasih pelajaran yang gak aku dapet di kuliah atau di organisasi apapun, kamu kasih aku salah satu pelajaran buat mengenal hidup, buat sabar, buat pengertian dan perhatian karena pribadi setiap orang itu gak sama, jadi kita gak akan bisa memperlakukan setiap orang dengan perlakukan yang sama, makasih kamu telah membangun mimpi mimpi indah yang ternyata telah lebur bersama tiupan angin, makasih kamu memberikan pelajaran bagaimana kita mempercayai dan juga menyayangi seseorang. Kamu memang yang pertama, tapi kamu bukan yang terakhir. Aku yakin jalan di depan sana, ada pangeran berkuda putih yang lebih baik dari kamu, dia adalah yang terakhir, tempat hati ini akan berlabuh. Amiiin :)
Makasih yaa readers yang udah setia baca tulisan saya. Semoga kalian juga bisa bertemu dengan tuan putri dan pangeran kalian suatu hari nanti, hari yang indah buat kita semua. Amiin. Have a nice day ;)
Tuesday, February 14, 2012
from he and me , for you all :)
from he and me , for you all :)


